draft : 2/13/11
Get well really soon, Grandma.
Biar bisa nungguin aku lulus sekolah, terus masuk kuliah.
Biar bisa nungguin aku, kayak dulu.
Biar bisa sering-sering dateng ke Jakarta lagi, terus nungguin aku pulang sekolah di rumah. Nungguin aku makan, nenangin aku kalo lagi nangis abis dimarahin mama atau bapak, kalau abis berantem sama mas Anggit.
Biar aku bisa main-main ke Jogja lagi, lebaran disana, ketawa-ketawa di kamar.
Biar bisa nelfon terus bilang kalau aku naik kelas, atau dapet nilai raport bagus.
There are a lot of people who's still loving you all this time.
Stay with me longer, want you?
I really want to make you happy when I finally reach my dreams.
Tuhan, seginikah sakitnya ingin mengulang waktu?
Get well really soon, Grandma.
Biar bisa nungguin aku lulus sekolah, terus masuk kuliah.
Biar bisa nungguin aku, kayak dulu.
Biar bisa sering-sering dateng ke Jakarta lagi, terus nungguin aku pulang sekolah di rumah. Nungguin aku makan, nenangin aku kalo lagi nangis abis dimarahin mama atau bapak, kalau abis berantem sama mas Anggit.
Biar aku bisa main-main ke Jogja lagi, lebaran disana, ketawa-ketawa di kamar.
Biar bisa nelfon terus bilang kalau aku naik kelas, atau dapet nilai raport bagus.
There are a lot of people who's still loving you all this time.
Stay with me longer, want you?
I really want to make you happy when I finally reach my dreams.
Tuhan, seginikah sakitnya ingin mengulang waktu?
-save now-
Innalillahi Wainnailaihi Rajiuun.
Mungkin Tuhan berkehendak lain sama apa yang gue inginkan.
It has been 41 days since my grandma passed away. And I believe that she's already found her happiness up there. In a better way.
Mungkin kadang gue suka nangis kalau keinget lagi, tapi gue hanya bisa berdoa untuk yang terbaik.
She's the best grandma I ever had in this world.
Dan ya, gue sangatlah kehilangan.
3 hari setelah gue nulis new post yang gue tarik ke draft itu dan ngga sempet ke published, She passed away. Dan terlebih lagi satu rumah ini, gue orang pertama yang dapet kabar. Takut, iya gue takut. Sangat takut ngasih tau nyokap yang lagi tidur. Takut kalau-kalau kondisinya tambah ngedrop. Tapi alhamdulillah nyokap bisa tabah. Sangat tabah.
Besok harinya, gue langsung ke Jogja. I went to her house, and I saw her, for the last time.
Mungkin disana gue ketawa-ketawa sama saudara-saudara gue. Mungkin kita terlihat gembira bisa ngumpul- setelah sekian lama- tapi gue yakin, kita semua menutupi kesedihan yang sama. If she could see us together at that time, she would be very glad and happy. But I think she saw it. I always think that she's still watching us, from upside there with smile.
Rest in peace, grandma. Have the best place there. Keep smiling like you used to. You deserve to be happy. God bless you always.
I'll always love and missing you.
Tidur yang nyenyak, Mbah uti♡ :")
XOXO, Sesa

